(024) 831 1015

sma_donbosko@yahoo.com

PARENTING MOTIVASI BELAJAR UNTUK ORANG TUA PESERTA DIDIK KELAS X, KELAS XI, KELAS XII SMA PL DON BOSKO

PARENTING MOTIVASI BELAJAR UNTUK ORANG TUA PESERTA DIDIK

KELAS X, KELAS XI, KELAS XII SMA PL DON BOSKO

JUMAT, 20 DESEMBER 2024

“Mengelola Kecerdasan Emosi & Sosial secara Positif untuk Mengembangkan Karir Anak”

Narasumber : Drs. Yohanes Bambang RHP., Psi.

Lembaga Pelita Multi Talenta

 

SMA PL Don Bosko mengadakan parenting untuk orang tua peserta didik kelas X, XI, XII setelah penerimaan rapor semester gasal tahun ajaran 2024/2025 di aula sekolah. Tujuan parenting difokuskan bagi orang tua dengan anak yang mengalami penurunan motivasi, malas belajar, dan kurangnya komunikasi. Kegiatan ini sangat penting dalam pendampingan peserta didik di rumah karena bertujuan agar orang tua mampu:

  1. Memahami kondisi emosional dan psikologis anak

Orang tua dapat mengenali penyebab utama yang mempengaruhi penurunan motivasi dan sikap malas belajar seperti stres, perasaan tidak percaya diri, maupun berbagai gangguan emosional lainnya. Orang tua harus dapat memanagemen waktu dan membangun emosi positif dalam berkomunikasi dengan anak. Hargai pendapat anak karena orang tua sejatinya pendengar yang baik. Jawablah pertanyaan anak dengan kalimat-kalimat positif yang membangun semangatnya. Aturlah waktu kerja, jangan biarkan anak-anak menjadi “anak pembantu rumah tangga”.  Hadirkan diri secara langsung sebagai orang tua yang memahami dunia remaja terkini tanpa mengabaikan etika sopan santun yang berlaku. Jadikan orang tua sebagai tempat mencurahkan perasaan anak secara nyaman.

  1. Membangun hubungan komunikasi yang positif

Meningkatkan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak agar tercipta suasana saling percaya dan nyaman untuk berbagi cerita tanpa rasa takut dihakimi sangat penting. Pepatah lama di jaman Jayabhaya “Kebo nyusu gudel” dulu terasa aneh, akan tetapi sekarang sungguh nyata, artinya orang tua pada masa sekarang ini harus belajar kepada orang muda. Komunikasi positif secara timbal balik tercipta melalui tindakan nyata orang tua yang mampu menjadi teladan bagi anak sekaligus mampu menyelami dunia anak. Orang tua harus menyapa secara intensif dengan penuh cinta, bersedia mendengarkan, serta terbuka sehingga pada akhirnya terjalin komunikasi dua arah yang menyenangkan dengan anak.

  1. Meningkatkan motivasi anak untuk belajar

Orang tua harus mampu membantu anak menemukan kembali tujuan belajar dengan memahami minat dan potensi anak serta mendukungnya dalam mencapai cita-cita.  Orang tua tidak boleh memaksakan cita-citanya kepada anak. Orang tua wajib memberikan dukungan moral dan fasilitas, serta pujian dan penghargaan atas usaha anak dalam meraih cita-citanya. Orang tua dapat memberikan contoh nyata sebagai pemicu motivasi,  misalnya jika orang tua meminta anak meninggalkan gadget-nya untuk segera fokus belajar, maka orang tua juga harus melepaskan gadged-nya dan konsisten mendampingi belajar sampai selesai. Dalam memotivasi anak, apabila orang tua ingin menambah materi pembelajaran melalui les atau privat, maka sebaiknya rundingkan dulu dengan anak. Orang tua sebaiknya memilih lembaga bimbingan belajar yang tidak sekedar memadatkan materi pelajaran, namun juga menyisipkan aspek pendidikan karakternya.

  1. Mengembangkan kebiasaan belajar yang baik

Orang tua harus mampu membimbing anak untuk menciptakan rutinitas belajar yang teratur dan menyenangkan sehingga membentuk disiplin secara bertahap. Orang tua dapat menyediakan fasilitas belajar di rumah seperti komputer dan internet, mengurangi gangguan selama belajar, serta memberlakukan jadwal belajar yang dibuat bersama-sama  antara anak dan orang tua, sehingga menjadi rutinitas yang menyenangkan. Biasakan memberi pujian saat anak secara mandiri memulai jam belajarnya. Dampingi aktifitas belajarnya, berikan bantuan tanpa membuat anak tergantung pada orang tua. Setelah selesai belajar, berikan kalimat-kalimat positif yang membangun rasa percaya dirinya untuk menghadapi pelajaran, tes, dan segala aktifitas keesokan harinya.

  1. Mendukung kesejahteraan mental dan emosional anak

Orang tua dapat menyediakan lingkungan yang mendukung secara emosional dan mental untuk mengatasi tekanan atau masalah yang dihadapi anak, sehingga anak merasa lebih dihargai dan diterima dalam keluarganya. Orang tua wajib menciptakan hubungan harmonis suami istri di rumah, selalu mempraktekkan sikap saling terbuka, memberikan reward jika anak berhasil mencapai prestasi, serta menguatkan mental anak dengan kalimat-kalimat positif apabila anak belum mampu meraih prestasi yang diinginkan. Teladan religiusitas keimanan orang tua harus ditunjukkan dalam keseharian di rumah.

  1. Meningkatkan peran orang tua sebagai teladan positif

Orang tua wajib menjadi figur inspiratif dalam sikap, kedisiplinan, serta semangat belajar yang memotivasi anak secara tidak langsung. Pada dasarnya anak adalah imitator ulung orang tua dan orang-orang di dekatnya. Apa pun yang dilakukan orang tua sejak dini, maka itulah yang dilakukan oleh anak sebagai kebiasaannya. Seorang anak lebih percaya pada tindakan daripada perkataan sebagai nasihat. Oleh karena itu orang tua harus menjadi role model positif bagi anak-anaknya, termasuk dalam membangun kebiasaan positif seperti ketekunan belajar dan pantang menyerah dalam berusaha.

  1. Membangun lingkungan rumah yang harmonis

Orang tua harus menciptakan suasana rumah yang kondusif, nyaman dan penuh kasih sayang untuk mendukung proses pemulihan motivasi belajar anak. Ciptakan rumah yang menyenangkan secara fisik (bersih, teratur, fasilitas belajar mendukung, nyaman) dan menyenangkan secara psikis dalam bentuk perhatian penuh orang tua terhadap kebutuhan-kebutuhan anak. Bapak dan Ibu harus membiasakan diri berkomunikasi yang baik dengan anak-anaknya, melalui saling memahami, membiasakan meminta maaf jika bersalah, meluangkan waktu untuk kebersamaan keluarga, membiasakan diri untuk berdiskusi mengenai cita-cita anak.