(024) 831 1015

sma_donbosko@yahoo.com

WORKSHOP FASILITATOR PEACEBUILDING-PROGRAM ANDALAN DI SMA PL DON BOSKO 2024

WORKSHOP FASILITATOR PEACEBUILDING-PROGRAM ANDALAN

 DI SMA PL DON BOSKO 2024

         SMA PL Don Bosko bekerjasama dengan Keuskupan Agung Semarang mengadakan kegiatan workshop Anti bullying dalam rangka program pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Kegiatan yang melibatkan peran aktif peserta didik, guru bimbingan konseling, dan guru-guru dari tim kesiswaan ini dilaksanakan di aula SMA PL Don Bosko mulai hari Senin, 5 Agustus sampai Kamis, 8 Agustus 2024 mulai pukul 08.00 sampai pukul 14.00 WIB. Tujuan diadakannya workshop ini supaya peserta didik SMA PL Don Bosko lebih memahami bahaya perundungan yang sangat berdampak bagi aspek fisik dan psikis peserta didik, serta lebih memahami potensi diri yang mendukung perkembangan bakat, minat dan kemampuan akademik maupun non akademik. Peserta didik memperoleh bekal informatif untuk mencegah terjadinya perundungan verbal dan non verbal melalui pemaparan interaktif, kerjasama kelompok, tanya jawab dan quiz dari pemateri.

Pada hari pertama, peserta workshop melakukan registrasi, pembagian jurnal, pretest, perkenalan dengan energizer, pemantapan harapan dan kesepakatan workshop, menyusun agenda dan tujuan workshop, memantapkan diri bahwa tiap pribadi itu istimewa serta merumuskan cara pandang generasi muda terhadap dunia yang semakin dinamis.

Hari kedua difokuskan pada review materi hari pertama, cara menghadapi perdamaian, konflik dan kekerasan, membuat analisa konflik, serta memahami sebab dan akibat kekerasan pada anak. Melalui studi kasus dan kerja kelompok, peserta didik sangat antusias dalam mengikuti sesi-sesi di hari kedua ini.

Hari ketiga diawali dengan review materi workshop hari kedua. Selanjutnya peserta workshop memperoleh bekal cara pengelolaan konflik pada sesi-sesi di hari ketiga. Teknik mendengarkan dan berbicara efektif juga menjadi fokus pemaparan workshop.

Hari keempat sebagai hari terakhir workshop, peserta mengawalinya dengan mereview materi hari kedua dan ketiga. Penekanan pembahasan di hari terakhir workshop ini pada cara perlindungan diri, dikotomi kendali, situasi kekerasan di sekolah, dan respon kekerasan di sekolah. Sebagai umpan balik, peserta workshop mengerjakan post test dan merencanakan aksi kampanye anti kekerasan di medsos sekolah.

Melalui beberapa permainan, pemateri memberikan pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta didik mengenai dampak dan penanganan terhadap tindak perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Para peserta didik ini diharapkan mampu menjadi fasilitator dan agen perubahan sehingga bisa mencegah terjadinya segala bentuk tindakan kekerasan di sekolah. Tanpa diwarnai tindak kekerasan, tujuan sekolah ramah anak dapat terwujud sehingga kegiatan sekolah dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan menyenangkan.